Almarhum Pangeran Bernhard, suami Ratu Belanda Juliana, terlibat penyelundupan senjata dan membantu rencana kudeta yang diprakarsai Kapten Raymond Westerling di Bandung tahun 1950. Kalau kudeta ini berhasil Bernhard jadi Raja Muda di Hindia Belanda.
Komplot tingkat tinggi terhadap Presiden Soekarno itu, tidak rela melihat Belanda kehilangan jajahan Indonesia. Demikian simpul sejarawan Harry Veenendaal dan wartawan Jort Kelder berdasarkan penyelidikan selama delapann tahun terhadap sejumlah laporan Marsose dan kesaksian sekretaris pribadi istana, Gerrie van Maasdijk. Buku berjudul ZKH singkatan Zijne Koninkelijke Hoogheid, artinya Paduka Yang Mulia Pangeran, diluncurkan di Hotel des Indes, Senin malam, 30 November 2009.
Sarat puja puji
Raymond Westerling, kapten pasukan elit Belanda, di Indonesia tahun 1940an itu, memang tokoh legendaris. Di Hilversum, di pelbagai sekolah dasar dan sekolah menengah, anak-anak didik, setiap pagi menyanyikan lagu-lagu yang sarat puja puji bagi komandan KST, Korps Speciale Troepen, ini. Westerling tahu, Pangeran Bernhard pun tahu benar, bahwa di Belanda, sebagian besar masyarakat tidak ingin Kerajaan Belanda kehilangan jajahan terbesarnya di Asia.
Tapi baru sekarang, 60 tahun kemudian, kita tahu, bahwa keduanya, Westerling dan Pangeran Bernhard, ternyata bekerjasama secara mendalam dan terlibat penyelundupan senjata, antara lain bagi pemberontak Daroel Islam di Jawa Barat, dan rencana kudeta menjatuhkan Presiden Soekarno pada tahun 1950.
Ada delapan Laporan Marsose (semacam polisi) dan sejumlah buku harian Sekretaris Pribadi Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard, Gerrie van Maasdijk. Semua itu menunjuk pada hubungan baik dan intensif antara Bernhard dan Westerling, demikian sejarawan Harry Veenendaal.
Jadi, meski pun tak ada smoking gun, atau perintah tertulis dari Bernhard, namun kerjasama Pangeran Belanda dan Westerling itu tak bisa dibantah lagi. Salah satu dokumen menyebutkan ada “upaya mati-matian Paduka Pangeran untuk, bersama Westerling dan kawan-kawan, membalikkan situasi di Indonesia”. baca selanjutnya…